<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>mengaruskan air mengalirkan rasa</title>
	<atom:link href="http://ironibatanghari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ironibatanghari.wordpress.com</link>
	<description>ironibatanghari.wordpress.com</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Mar 2009 07:33:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ironibatanghari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7062b4c9422b6763e8552ea63de7a226?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>mengaruskan air mengalirkan rasa</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title></title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/12/10/134/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/12/10/134/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 07:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[
Pewarisan Tradisi Lisan Orang Rimba[1]
Oleh: Firdaus[2]
Tradisi lisan merupakan warisan budaya yang masih berkembang di masyarakat. Pada masyarakat adat tertentu bahkan menjadi ciri yang spesifik. Pada definisi lainnya, tradisi lisan merupakan produk budaya masyarakat tertentu yang penyebarluasannya didominasi oleh unsur lisan, di satu sisi, ia merefleksikan sistem wacana yang bukan aksara, tetapi di sisi lain, ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=134&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Pewarisan Tradisi Lisan Orang Rimba</span></strong><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"></a><a href="#_ftn1"><strong><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;" lang="IN">[1]</span></span></strong></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Oleh: Firdaus</span></strong><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"></a><a href="#_ftn2"><strong><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;" lang="IN">[2]</span></span></strong></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Tradisi lisan merupakan warisan budaya yang masih berkembang di masyarakat. Pada masyarakat adat tertentu bahkan menjadi ciri yang spesifik. Pada definisi lainnya, tradisi lisan merupakan produk budaya masyarakat tertentu yang penyebarluasannya didominasi oleh unsur lisan, di satu sisi, ia merefleksikan sistem wacana yang bukan aksara, tetapi di sisi lain, ia juga merupakan wacana yang diucapkan, baik yang lisan maupun yang beraksara.<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"></a><a href="#_ftn3"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[3]</span></span></a> Hal ini terjadi karena tidak semua masyarakat adat mengenal dan memiliki tradisi tulis dalam kebiasaan hidup sehari-hari. Kalaupun tradisi tulis dikenal itupun karena masuknya pola pendidikan modern dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, lestari atau tidaknya tradisi lisan sangat bergantung pada kemampuan masyarakat adat menempatkannya sebagai bagian yang terhormat. Hanya saja problem pelestarian menjadi semakin rumit terlebih lagi dengan adanya pengabaian terhadap masyarakat adat. Pengabaian hak hidup, hak adat, hak atas tanah, dan kecenderungan menjadikan sekedar obyek semata menjadi bukti tidak pentingnya masyarakat adat. Adanya beragam program yang digagas didasarkan pada “rasa keprihatinan” dan “belas kasihan” sebab penamaan Komunitas Adat Tertinggal, Masyarakat Terasing merupakan bentuk keengganan menempatkan mereka pada posisi yang setara dan sejajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Orang Rimba merupakan masyarakat adat yang menetap dalam kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi. Penamaan Orang Rimba merupakan terminologi yang disepakati oleh masyarakat adat tersebut. Hal ini berdasarkan asumsi (1) penamaan seperti Suku Anak Dalam, Suku Kubu, Komunitas Adat Tertinggal cenderung telah memposisikan mereka sebagai masyarakat yang bodoh dan ketinggalan zaman, (2) penamaan Orang Rimba bersifat arbiter berdasarkan pemikiran bahwa mereka hidup dan memperoleh sumber-sumber kehidupan di rimba, (3) bahwa penamaan ini untuk menjaga keunikan tradisi dan membedakan kebiasaan hidup mereka dengan Orang Terang.<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"></a><a href="#_ftn4"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[4]</span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN">Model Pewarisan Tradisi Lisan Orang Rimba</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Orang Rimba, sebagai masyarakat adat yang kental dengan tradisi lisan tentu saja mengalami problem pelestarian dan pewarisan. Selain dikarenakan tidak adanya tradisi keberaksaraan rendahnya tingkat partisipasi dalam pendidikan (meminjam bahasa birokrasi). Pada sisi ini terdapat kontradiksi dalam memandang pendidikan, bagi Orang Rimba pendidikan sering dijadikan sarana pembodohan yang dilakukan Orang Terang terhadap Orang Rimba sedangkan bagi institusi terkait dan masyarakat di Jambi pada umumnya beranggapan bahwa sarana untuk meningkatkan derajat Orang Rimba dari ketertinggalan dan keterasingan adalah pendidikan. Dalam konteks ini dilakukan kreasi tertentu untuk tujuan pelestarian dan pewarisan tradisi lisan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Potensi pewarisan dilakukan oleh Orang Rimba melalui pewarisan yang bersifat internal dan pewarisan eksternal. Maksud pewarisan internal adalah pewarisan tradisi lisan dilakukan secara kolektif oleh Orang Rimba untuk memenuhi kondisi-kondisi tertentu yang mempengaruhi dan menentukan keberlangsungan adat dan kebiasaan hidup mereka. Pemilihan dan pelantikan tumenggung sebagai pemimpin kelompok Orang Rimba misalnya dilakukan jika orang disiapkan (biasanya berasal dari lingkungan keluarga) telah memenuhi syarat-syarat kepemimpinan tokoh adat yaitu kemampuan dalam menghafal, memahami, dan mengaplikasikan hukum adat baik terhadap diri sendiri, anggota kelompok/komunitas, atau terhadap Orang Terang. Persyaratan ini merupakan satu dari beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebab apabila tidak lengkap pewarisan dialihkan kepada orang lain (tetap mengacu pada garis keturunan). Keharusan dan kemampuan menguasai tradisi lisan juga menjadi syarat wajib bagi dukun yang ditentukan oleh komunitas. Hal ini dikarenakan pada tradisi pengobatan Orang Rimba, pembacaan mantera biasanya menyertai proses pembuatan bahan-bahan obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Pada makalah ini dituliskan mantera pengobatan penyakit asma yang dibacakan pada saat meramu dan merebus sejenis akar-akaran untuk diminum penderita asma.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Bismillah</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Tedung inggak tedung inggih</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Tedung inggak tedung inggih</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Aku menunduk menagari</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Aku menyungak sekali lagi</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Untung ku keno siang ka aku lagi idup</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Kalau ku keno malom aku lah mati</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Untung ku keno malom ka aku lagi idup</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Kalau ku keno siang aku lah mati</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.55pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">laaillahaillallah</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Pembacaan mantra untuk pengobatan dapat dilakukan secara langsung yaitu dibacakan pada saat pengobatan atau secara tidak langsung melalui upacara <em>bebale<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"></a><a href="#_ftn5"><strong><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[5]</span></span></strong></a></em>. Ketentuan pembacaan mantera pengobatan ini menunjukkan adanya mantra yang boleh diketahui oleh orang lain dan mantra yang tidak boleh diketahui oleh orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Selain pewarisan melalui pengukuhan tokoh-tokoh adat dilakukan pewarisan dengan menempatkan beberapa terminologi dalam tradisi lisan mereka baik sebagai aturan baru, penamaan tempat, dan pemberian nama anak. Pada komunitas Orang Rimba terdapat aturan baru dinamakan “<em>hompongan</em>”<a name="_ftnref6" href="#_ftn6"></a><a href="#_ftn6"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[6]</span></span></a> bermakna hadangan, menghadang, menghalangi. Digunakan untuk memberi batas pada wilayah rimba/hutan dengan cara menanam karet. Penggunaan istilah ini didasari oleh pemikiran bahwa dengan adanya batas yang jelas antara hutan rimba dan hutan produksi maka akan dapat dijaga kelestarian hutan yang menjadi tempat hidup Orang Rimba. Pilihan menggunakan pohon karet sebagai batas rimba didasari gagasan kognitif bahwa tanaman karet merupakan tanaman produktif. Hasilnya dinikmati bersama-sama baik Orang Rimba dan Orang Terang (penduduk dusun asal, pendatang, dan transmigrasi).<a name="_ftnref7" href="#_ftn7"></a><a href="#_ftn7"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[7]</span></span></a> Pada pola ini terlihat bahwa tradisi lisan tidak hanya sekedar sarana pemenuhan kebutuhan kognitif saja tetapi juga sebagai untuk menjaga kesejajaran manusia dengan alam dan kesetaraan antara sesama manusia. Penghormatan Orang Terang (dalam hal ini masyarakat transmigrasi sangat baik karena mereka diberi kepercayaan untuk menyadap karet dan menggelola hasil produksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“<em>Tanoh Peronok’on</em>”<a name="_ftnref8" href="#_ftn8"></a><a href="#_ftn8"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[8]</span></span></a> atau “tanah peranakan” merupakan peristilahan untuk menamai tempat ibu-ibu melahirkan. Prosesi melahirkan memiliki kesakralan yang sama dengan prosesi kematian. Perbedaannya terletak pada kontradiksi yang menyertai. Maksudnya ibu yang akan melahirkan diantar oleh seluruh anggota komunitas ke tempat khusus yaitu tanoh peronok’on. Di tempat tersebut telah disiapkan bahan-bahan makanan, peralatan melahirkan, dan didampingi dukun beranak. Pada prosesi kematian, seseorang yang sakit ditempat pada “<em>sudung</em>” atau pondok kecil dilengkapi bahan-bahan pangan, sarana untuk menjaga diri dari binatang buas dan berbisa namun orang yang sakit ditinggalkan sendiri sedangkan keluarga dan anggota komunitas Orang Rimba hanya melihat dari jauh. Akan tetapi apabila ibu atau anak atau orang yang sakit meninggal dunia maka kedukaan dan kesedihan Orang Rimba diwujudkan dalam bentuk tradisi “<em>melangun</em>”<a name="_ftnref9" href="#_ftn9"></a><a href="#_ftn9"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[9]</span></span></a> yaitu tradisi eksodus ke wilayah lain dalam beberapa waktu. Biasanya berlangsung antara 5 bulan sampai 2 tahun. Namun mengingat kondisi hutan yang semakin kritis maka berdasarkan kesepakatan kolektif masa “<em>melangun</em>” dipersingkat menjadi maksimal 6 bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Penggunaan tradisi lisan pada pemberian nama juga merupakan upaya-upaya pewarisan yang disepakati dan telah lama dilakukan Orang Rimba. Pemberian nama disesuaikan dengan kondisi fisik dan sifat-sifat yang mengikuti. Misalnya nama “<em>bunga sanggul</em>” untuk nama perempuan yang fisiknya menarik terutama rambut panjang yang disanggul. Begitu pula dengan nama “<em>pengantap</em>” untuk menamakan seseorang yang sangat berketetapan hati. Penggunaan terminologi ini tidak hanya menyesuaikan dengan karakteristik fisik dan sifat manusiawi tetapi terkadang baru muncul sesuai kebiasaan sehari-hari. Misalnya nama “<em>pengikat</em>”, “<em>bejoget</em>”, “<em>meratai</em>” untuk wujud simbolisasi kemampuan mengikat, kebiasaan beratai atau mengoyangkan tubuh. Bahkan ada pula menggunakan nama “<em>jujur</em>” sebagai nama salah satu dewa Orang Rimba. Pemberian nama ini terkadang juga dilakukan untuk masyarakat yang menjadi tamu Orang Rimba sebagai bentuk penghargaan atas kesediaan berkunjung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Pewarisan internal ini sesungguhnya bukan sesuatu yang baru, masyarakat adat lainnya di Indonesia juga telah melakukan langkah yang sama. Pada pewarisan Nyanyi Panjang <em>Tombo</em> lebih bersifat terbuka dengan memberikan kesempatan pada seluruh anggota pesukuan  untuk mempelajari dan memahami Tombo. <a name="_ftnref10" href="#_ftn10"></a><a href="#_ftn10"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[10]</span></span></a> Pola/model internal seperti ini menunjukkan bahwa kesadaran kolektif untuk melestarikan tradisi agar lebih dihargai dan mendapat tempat yang sejajar dengan anggota masyarakat lainnya merupakan motivasi utama Orang Rimba melakukan pewarisan tradisi lisan. Keinginan ini telah terwujud dengan diikutsertakannya tumenggung sebagai pemimpin adat Orang Rimba untuk menentukan keputusan-keputusan yang bersentuhan dengan hukum adat. Hubungan sejajar ini membentuk kesepahaman antara Orang Rimba dan Orang Terang untuk saling menjaga dan menghormati tradisi masing-masing meskipun di antara Orang Terang juga terdapat Orang Rimba yang memilih keluar hutan, menikah dengan masyarakat transmigrasi atau masyarakat dusun dan menentukan secara sadar pilihan kepercayaan normatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Pewarisan eksternal merupakan model pewarisan yang dilakukan secara kolektif atau individual oleh komunitas atau individu di luar sistem. Keterlibatan aktif dengan cara berpartisipasi langsung dalam beberapa bagian atau keseluruhan aktifitas Orang Rimba sehari-hari merupakan teknis yang sebaiknya digunakan. Pada umumnya penerapan partisipasi aktif/keterlibatan aktif menimbulkan pola interaksi timbal balik karena adanya saling kesepahaman. Teknik atau metode lainnya adalah keterlibatan pasif dengan cara memposisikan sebagai pengamat semata. Aspek  dokumenter merupakan hasil maksimal dari penerapan partisipasi pasif/keterlibatan pasif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Model pewarisan eksternal dengan menggunakan pendekatan partisipasi aktif dilakukan oleh fasilitator pendidikan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI. Guru Rimba<a name="_ftnref11" href="#_ftn11"></a><a href="#_ftn11"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[11]</span></span></a> menggunakan dongeng populer sebagai salah satu formula pada pengajaran BTH (baca tulis hitung). Peningkatan kemampuan baca tulis disertai dengan pendekatan yang manusiawi menimbulkan motivasi para murid dan kader<a name="_ftnref12" href="#_ftn12"></a><a href="#_ftn12"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[12]</span></span></a> untuk menceritakan dan menulis dongeng rimba yaitu <em>ande-ande</em> yang telah mereka kenal sejak kanak-kanak. Proses penulisan yang mereka lakukan sendiri meski dengan ungkapan bahasa yang sangat sederhana menunjukkan pemahaman mereka bahwa yang dilakukan merupakan suatu kesadaran internal untuk memperkenalkan sekaligus mengabadikan tradisi yang telah akrab dalam keseharian mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Tapi ketika dongeng ini menjalani transformasi bentuk dari lisan menuju tulisan tentu saja ini merupakan satu sistem yang kompleks. Kompleksitas pertama muncul dari menumbuhkan kesadaran akan kebutuhan keberaksaraan. Kompleks ini terselesaikan dengan adanya fakta bahwa dibutuhkan kontrak sosial tertulis antara Orang Rimba dengan Orang Terang (dalam hal ini diwakili oleh kontrak bisnis di mana Orang Rimba menjadi patron sedangkan Orang Terang menjadi klien). Dengan demikian tradisi aksara sebenarnya adalah penerapan teknologi  yang diperkenalkan kepada masyarakat Orang Rimba sebagai alat penyelesaian konflik Orang Rimba-Orang Terang dalam kontrak sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Kompleks kedua adalah menumbuhkan kebutuhan internal teknologi aksara atau kontekstualisasi keberaksaraan. Bila teknologi aksara berhenti sampai pada kompleks pertama, maka tradisi aksara hanya menjadi alat penyelamat instan bagi Orang Rimba. Sedangkan pada konteks lokal-global, tradisi keberaksaraan menjadi faktor penentu hidup matinya suatu komunitas berdasarkan asas ketersiaran suatu keadaan. Hal ini berarti bahwa dengan adanya dokumen-dokumen tertulis yang dikeluarkan oleh Orang Rimba adalah fakta berdasarkan pemahaman mereka untuk dikomunikasikan kepada masyarakat lain. Pada konteks ini posisi Orang Rimba adalah nyata dan faktual seperti halnya posisi Orang Terang. Komunikasi ini menjadi penting sejak diketahui bahwa kemampuan mengartikulasikan suatu keadaan yang berterima dapat memicu kerjasama dan kemitraan yang lebih baik berdasarkan kesetaraan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Kontekstualisasi tradisi keberaksaraan yang dilakukan KKI Warsi untuk membukukan <em>ande-ande</em> merupakan inisiatif anak-anak Orang Rimba itu sendiri. Dalam hal ini kontekstualisasi berlandaskan asas kebutuhan mereka untuk mendistribusikan tradisi lisan yang mereka miliki secara internal yang pada akhirnya menjadi alat komunikasi keberadaan mereka kepada Orang Terang (sebagai representasi terdekat masyarakat global). Hal ini diungkapkan oleh <em>Jujur</em> dalam “Kisah-Kisah Anak Rimba” yang disusun oleh KKI Warsi, “biak hopi helang ande-ande yoi” (<em>“agar tidak hilang dongeng ini”</em>). Melalui ungkapannya <em>Jujur</em> secara eksplisit menyatakan kesadarannya bahwa tradisi lisan adalah primer bagi Orang Rimba sedangkan faktor pendukung kelestarian tradisi lisan tersebut dengan adanya pendokumentasian materi <em>ande-ande</em> itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Pada titik dokumentatif ini, tradisi keberaksaraan berada pada kompleks puncak. Tradisi keberaksaraan adalah suatu sistem tanda asing yang dipelajari Orang Rimba sebagai bentuk negosiasi untuk mampu bertahan terhadap gempuran zaman. Sebagai suatu yang dinegosiasikan tradisi keberaksaraan tidak dapat sepenuhnya diterima mengingat tradisi ini membutuhkan kelengkapan permanen sedangkan kehidupan Orang Rimba bersifat semi-nomad.<a name="_ftnref13" href="#_ftn13"></a><a href="#_ftn13"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[13]</span></span></a> Dengan demikian, pendokumentasian tradisi lisan yang dilakukan oleh anak-anak Orang Rimba dengan <em>ande-ande </em>yang mereka kenal adalah suatu usaha menjadikan dunia milik mereka ada dan hadir secara kognitif dan imajinatif dihadapan Orang Terang. Dengan kata lain, tradisi lisan justru membuktikan keunggulan vis a vis dari tradisi keberaksaraan dikarenakan pendokumentasian <em>ande-ande </em>sebagai alat tawar dilakukan secara sadar oleh anak-anak Orang Rimba.<a name="_ftnref14" href="#_ftn14"></a><a href="#_ftn14"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[14]</span></span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Model pewarisan internal dan eksternal yang dikemukakan dalam makalah ini pada hakekatnya hasil analisis dan modifikasi dari penerapan metode kualitatif. Metode ini yang pada hakekatnya menempatkan manusia sebagai subyek dan sekaligus obyek yang harus mampu memposisikan kesejajaran sesama. Selain itu seperti dikemukakan oleh Moleong (2005) bahwa pertama menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan yang jamak. Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden. Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.<a name="_ftnref15" href="#_ftn15"></a><a href="#_ftn15"><span style="color:windowtext;"><span style="color:windowtext;">[15]</span></span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Referensi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Moleong, J Lexy, Prof, Dr, MA. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung, PT. Remaja Rosda Karya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.5in;margin:6pt 0 .0001pt 42pt;"><span lang="IN">Murniatie, Sri Dewi. 2006. Bahasa Mantra Pengobatan Suku Anak Dalam di Desa Hitam Ulu Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Skripsi (Belum Diterbitkan). Jambi: Universitas Jambi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.5in;margin:6pt 0 .0001pt 42pt;"><span lang="IN">Pudentia. 1998. Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Yayasan ATL.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.5in;margin:6pt 0 .0001pt 42pt;"><span lang="IN">Rahmadi, ed. 2007. Kisah-kisah Anak Rimba. Jambi: Tim Publikasi KKI WARSI.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.5in;margin:6pt 0 .0001pt 42pt;"><span lang="IN">Soetomo, Muntholib. 1995. Orang Rimbo: Kajian Struktural-Fungsional Masyarakat Terasing di Makekal, Provinsi Jambi. Disertasi (Belum Diterbitkan). Bandung: Universitas Padjajaran, 1995, h.vi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.5in;margin:6pt 0 .0001pt 42pt;"><span lang="IN">Teeuw, A. 1994. Indonesia Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Jakarta, Pustaka Jaya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.5in;margin:6pt 0 .0001pt 42pt;"><span lang="IN">Tenas Effendy. 1997. Bujang Tan Domang: Sastra Lisan Orang Petalangan, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, Toyota Foundation.</span></p>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<hr size="1" /></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"></a><a href="#_ftnref1"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[1]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;"> <span lang="IN">Dipresentasikan pada Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan VI di Kabupaten Wakatobi, 1-3 Desember 2008.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"></a><a href="#_ftnref2"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[2]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Ketua Jambi Writing Program, Program Officer Komunitas Humaniora Indonesia, dan Wakil Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Daerah Jambi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"></a><a href="#_ftnref3"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[3]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Pudentia, Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Yayasan ATL, 1998.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"></a><a href="#_ftnref4"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[4]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Menurut pengakuan Tarib, satu di antara tumenggung yang berdomisili di Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi penamaan Orang Rimba untuk membedakan identitas dengan Orang Terang. Yang dimaksudkan dengan Orang Terang adalah masyarakat yang berdomisili di luar rimba atau di luar kawasan Taman Nasional. Penamaan ini juga berlaku pada anggota masyarakat Orang Rimba yang telah beralih kepercayaan. Hal ini diterapkan oleh Tumenggung Tarib terhadap anak-anak beliau yang menikah dengan Orang Terang dan diharuskan keluar rimba atau minimal menetap di pinggir batas rimba. Penamaan lain yaitu Orang Rimbo dikemukakan oleh Muntholib Soetomo dalam disertasinya Orang Rimbo: Kajian Struktural-Fungsional Masyarakat Terasing di Makekal, Provinsi Jambi, Bandung: Universitas Padjajaran, 1995, h.vi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"></a><a href="#_ftnref5"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[5]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Upacara “<em>bebale</em>” dapat diartikan sebagai upacara menghormati dewa-dewa dengan menyiapkan sembilan balai, ditempati seorang dukun dan sesaji. Pelaksanaan upacara ini tidak hanya untuk pengukuhan tumenggung tetapi juga untuk upacara pengukuhan dukun, perkawinan, pengobatan, pengukuhan jenang (semacam penghubungan dengan Orang Terang). Hanya saja tidak ada dokumentasi upacara ini karena bersifat tertutup kecuali pada komunitas Orang Rimba yang menjadi Orang Terang melaksanakan upacara pengukuhan berdasarkan cara-cara formal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"></a><a href="#_ftnref6"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[6]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Terminologi “<em>hompongan</em>” merupakan pemaknaan mendalam dari prinsip hidup bermasyarakat yaitu apabila seseorang melangkah ke kebun orang lain tanpa izin maka orang tersebut dianggap melangkahi kepala. Penjelasan ini berdasarkan penuturan tumenggung Tarib. Beliau juga memaparkan apabila seseorang melangkahi kepala orang lain sama artinya dengan menghina adat dan menghina martabat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"></a><a href="#_ftnref7"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[7]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Orang Rimba sebagai pemilik tanaman karet biasanya mengikutsertakan Orang Terang sebagai penyadap karet. Kesepakatan yang digunakan adalah 2/3 untuk penyadap dan 1/3 untuk pemilik. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"></a><a href="#_ftnref8"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[8]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> “<em>Tanoh Peronok’on</em>” atau “tanah peranakan” hanya boleh dilihat dan ditempati oleh Orang Rimba terutama anggota keluarga yang akan melahirkan.Kesakralan tempat ini biasanya ditandai dengan adanya lokasi tanaman obat dan tanaman buah-buahan yang bermanfaat bagi anak dan ibu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"></a><a href="#_ftnref9"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[9]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Pada tradisi “<em>melangun</em>”, Orang Rimba bersikap menirukan gerakan dan suara-suara hewan terkadang juga disertai tradisi lisan “<em>meratop</em>” atau “meratap” yang mengungkapkan kenangan tentang “kepergian” seseorang baik secara fisik dalam artian meninggal dunia maupun non fisik dalam artian menjadi Orang Terang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn10" href="#_ftnref10"></a><a href="#_ftnref10"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[10]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Tenas Effendy, Bujang Tan Domang: Sastra Lisan Orang Petalangan, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, Toyota Foundation, 1997, h. 35.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn11" href="#_ftnref11"></a><a href="#_ftnref11"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[11]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Istilah lain dari fasilitator pendidikan. Menurut penulis istilah ini diciptakan untuk menimbulkan keterkaitan dan keterikatan emosionil antara fasilitator dengan Orang Rimba.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn12" href="#_ftnref12"></a><a href="#_ftnref12"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[12]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Kader merupakan Orang Rimba yang disiapkan sebagai penerus Guru Rimba untuk melanjutkan pengajaran BTH di komunitas masing-masing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn13" href="#_ftnref13"></a><a href="#_ftnref13"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[13]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Pada komunitas Orang Rimba tertentu terdapat pemikiran bahwa pendidikan sering dijadikan sebagai “alat pembodohan” dan sebagai alat untuk menjauhkan Orang Rimba dari tradisi lama yang telah mereka jalani dan patuhi. Motif ekonomi, motif religius bahkan motif politik seringkali menyertai proses pendidikan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn14" href="#_ftnref14"></a><a href="#_ftnref14"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[14]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Realitas ini menunjukkan bahwa pernyataan peneliti sastra lisan modern umumnya mengakui bahwa penghafalan karya panjang dalam masyarakat niraksara, jarang terdapat. Selanjutnya dapat dibaca A Teeuw, Indonesia Antara Kelisan dan Keberaksaraan. Jakarta, Pustaka jaya, 1994, h. 4. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><a name="_ftn15" href="#_ftnref15"></a><a href="#_ftnref15"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;" lang="IN"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;">[15]</span></span></a><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> Prof, Dr, Lexy J Moleong, MA, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, Bandung, PT. Remaja </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Rosda Karya, 2005, h. 9-10.</span></span></p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=134&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/12/10/134/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/08/16/puisi-3/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/08/16/puisi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 15:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Suatu Malam di Sudut Kota
“jagung rebus, jagung rebus!&#8221;
sudah tengah malam. sepasang kekasih
setia menjajakan letih harinya.
meski isi keranjang tak banyak berkurang.
aku duduk di sudut jalan
menikmati spagheti dan cocacola
“jagung rebus nak, masih hangat!”
lelaki tua itu menyapa. suaranya letih,
seletih hari yang kerap berganti.
namun matanya menyimpan perih.
“makanlah pak, telah ada uang lima ribu
hasil jualan hari ini!”
aku masih menikmati spagheti,
dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=115&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Suatu Malam di Sudut Kota</strong></p>
<p><em>“jagung rebus, jagung rebus!&#8221;</em></p>
<p>sudah tengah malam. sepasang kekasih<br />
setia menjajakan letih harinya.<br />
meski isi keranjang tak banyak berkurang.</p>
<p>aku duduk di sudut jalan<br />
menikmati spagheti dan cocacola</p>
<p><em>“jagung rebus nak, masih hangat!”</em></p>
<p>lelaki tua itu menyapa. suaranya letih,<br />
seletih hari yang kerap berganti.<br />
namun matanya menyimpan perih.</p>
<p><em>“makanlah pak, telah ada uang lima ribu<br />
hasil jualan hari ini!”</em></p>
<p>aku masih menikmati spagheti,<br />
dan menyimak percakapan<br />
sebagai bising malam.</p>
<p>lelaki tua itu tibatiba melemah,<br />
memegang pundakku. air matanya menetes.<br />
sebagai kekasih, perempuan tua itu<br />
membaringkannya di pangkuan,<br />
<em>“makanlah bu, sakitmu harus sembuh!”</em></p>
<p>pundakku berdarah, luka oleh titian airmata.<br />
dan malam memeluk sepasang manusia<br />
dengan keindahan gerimis.</p>
<p><em>“jagung rebus nak, masih hangat!”</em></p>
<p>aku membuang spagheti dan menampung gerimis<br />
lalu melahap jagung rebus yang tak hangat.<br />
mata pak tua itu berbinar dan senyum ibu<br />
sehangat matahari pagi.<br />
aku mencium wangi cendana dari jagung<br />
yang sesungguhnya basi.</p>
<p><strong>Jambi 2008.</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ironibatanghari.wordpress.com/115/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ironibatanghari.wordpress.com/115/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=115&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/08/16/puisi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/07/25/puisi-2/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/07/25/puisi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 21:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Rintihan Malam
 
telah sepuluh kaleng kuteguk bir malam ini
namun bayangmu tak hadir
pada gemerlap lampu diskotik.
lalu aku berlari mengejar malam
dan berujung pada deret kepahitan.
ibu tua yang menjinjing bakul sayur,
anak kecil tertidur di jalan,
dan aku masih terhanyut mimpi-mimpi.
 
aku menjerit, hanya bergema di sudut kamarmu
sedangkan kau tertidur pulas
sebab sesuatu yang membebani pundakmu
telah tercampak di selokan.
seperti aku malam ini, 
setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=91&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Rintihan Malam</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">telah sepuluh kaleng kuteguk bir malam ini</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">namun bayangmu tak hadir</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">pada gemerlap lampu diskotik.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">lalu aku berlari mengejar malam</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan berujung pada deret kepahitan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">ibu tua yang menjinjing bakul sayur,</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">anak kecil tertidur di jalan,</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan aku masih terhanyut mimpi-mimpi.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">aku menjerit, hanya bergema di sudut kamarmu</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">sedangkan kau tertidur pulas</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">sebab sesuatu yang membebani pundakmu</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">telah tercampak di selokan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">seperti aku malam ini, </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">setelah sepuluh kaleng bir terteguk</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">aku terbaring di selokan</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">depan rumahmu</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">maka, seperti katamu, rinduku menggelegak</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">mengetuk pintu, mengintip di celah kamarmu</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">tapi kau tertidur pulas.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Jambi, 2008.</strong></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ironibatanghari.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ironibatanghari.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=91&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/07/25/puisi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/07/16/puisi/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/07/16/puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 09:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Perumpamaan Kata
 
andai kata sesuci doa
kan kutitipkan pada terik matahari
yang kerap menguntit langkah kaki
dan sembunyi di balik tanah
tempat keringatku menetes
 
andai kata bersembunyi di hati
ia kan mengerti bahwa darahku tetap merah
meski telah diracuni tembakau
yang kuisap pada malammalam sepi
andai kata menjelajah jaring saraf
ia kan sampai di telapak kaki
dan matanya berbinar, ia mengerti:
&#8220;pada tanah disebarnya benih!&#8221;
 
maka biarkan langkahnya tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=76&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Perumpamaan Kata<br />
</span></strong> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:#000000;font-family:Verdana;">andai kata sesuci doa<br />
kan kutitipkan pada terik matahari<br />
yang kerap menguntit langkah kaki<br />
dan sembunyi di balik tanah<br />
tempat keringatku menetes</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:#000000;font-family:Verdana;">andai kata bersembunyi di hati<br />
ia kan mengerti bahwa darahku tetap merah<br />
meski telah diracuni tembakau<br />
yang kuisap pada malammalam sepi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:#000000;font-family:Verdana;">andai kata menjelajah jaring saraf<br />
ia kan sampai di telapak kaki<br />
dan matanya berbinar, ia mengerti:<br />
<em>&#8220;pada tanah disebarnya benih!&#8221;</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:#000000;font-family:Verdana;">maka biarkan langkahnya tak henti<br />
menyusuri jalan beraspal, dingin, ataupun becek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Jambi, 2008</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ironibatanghari.wordpress.com/76/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ironibatanghari.wordpress.com/76/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=76&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/07/16/puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/20/49/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/20/49/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 14:38:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Percakapan Malam

 



“aku bermandikan kembang!”
telah kusampaikan kisah tentang kepatutan, hai selendang mayang
namun selimut kerap sembunyikan dirimu
: kerinduanmu pada masa lalu.
 
            “wangiku tujuh rupa!”
selendang mayang, aku menelusuri jalan masa lalu
kerap terinjak kembang putri malu
dan terperangkap dingin tanah basah.
rumah panggungmu hentikan tapak jejakku
kau sembunyi di balik jendela kamar
: menatap dengan kerinduan
 
            “ku membasuh bunga-bunga!”
sebagai jejaka, senandung dilantunkan
tentang lelaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=49&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;">Percakapan Malam</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>“aku bermandikan kembang!”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">telah kusampaikan kisah tentang kepatutan, hai selendang mayang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">namun selimut kerap sembunyikan dirimu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">: kerinduanmu pada masa lalu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">            <em>“wangiku tujuh rupa!”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">selendang mayang, aku menelusuri jalan masa lalu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">kerap terinjak kembang putri malu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">dan terperangkap dingin tanah basah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">rumah panggungmu hentikan tapak jejakku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">kau sembunyi di balik jendela kamar</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">: menatap dengan kerinduan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">            <em>“ku membasuh bunga-bunga!”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">sebagai jejaka, senandung dilantunkan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">tentang lelaki mengendong dingin tubuh anaknya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">ia mendongeng,”emak pergi ke sungai!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">pagipun menjerit panjang namun lamat,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>“bapak, anakmu telah pergi!”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">            <em>“aku bermandikan kembang!”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">telah kusampaikan kisah tentang kepatutan, hai selendang mayang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jambi, 2008</span></span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ironibatanghari.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ironibatanghari.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=49&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/20/49/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/13/pertemuan/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/13/pertemuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 12:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan
 
sesunyi air, kita diam menatap laut
menyentuh jemari kaki yang menjuntai.
“adakah rindu, kerap menyapa
seperti kesetiaan laut menyapa tepian?”
dalam hening angin, kita diam menatap kepak camar
sesekali menukik ke laut lalu melayang bersama kekasihnya.
“adakah perjalanan seperti camar
melayang, menukik, mencari diriku?”
nyiur bernyanyi, tapi sunyi masih menyapa
meskipun air laut kerap menggoda
dan kita terkadang seperti pencuri.
“disini hanya ada sunyi, keheningan
seakan-akan keindahan: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=34&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="color:#000000;">Pertemuan</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="color:#000000;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">sesunyi air, kita diam menatap laut</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">menyentuh jemari kaki yang menjuntai.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“adakah rindu, kerap menyapa</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">seperti kesetiaan laut menyapa tepian?”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">dalam hening angin, kita diam menatap kepak camar</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">sesekali menukik ke laut lalu melayang bersama kekasihnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“adakah perjalanan seperti camar</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">melayang, menukik, mencari diriku?”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">nyiur bernyanyi, tapi sunyi masih menyapa</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">meskipun air laut kerap menggoda</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">dan kita terkadang seperti pencuri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“disini hanya ada sunyi, keheningan</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">seakan-akan keindahan: sesungguhnya penghias!”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">aku menangis mendengar sapamu,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“pulau ini, tak bernama</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">seperti kita tak pernah tahu harus terdampar!”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">kau tersenyum kecil lalu tergelak,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“kita masih saja bermain-main disini</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">seolah-olah keramaian mengelilingi</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">tapi, lihatlah hanya ada pasir, nyiur, dan air laut, dan kita!”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">dua perahu, terdampar berhimpitan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">perahuku retak, perahumu pecah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">lalu bersama kita menatapnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>“adakah cara untuk kembali</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>atau memang harus terkubur disini</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>adik di lembah, abang di puncak bukit!”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">sesunyi air, kita diam menatap laut</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">mengelus jemari kaki.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pulau Berhala, Agustus 2006.</span></span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ironibatanghari.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ironibatanghari.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=34&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/13/pertemuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/13/rinduku-rindu-lautmu/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/13/rinduku-rindu-lautmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 11:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Rinduku, Rindu Lautmu
 
“selamat malam, tak baik duduk sendiri!”
seseorang menyapa. tapi mataku menatap pancing.
ada sentuhan di ujung kail. halus namun menggelora.
“kesendirian terkadang membawa bahagia”
ia tak menjawab. angin bersiul keras tapi sekejap.
ada hentakan-hentakan kecil di papan dermaga
tapi mataku masih menatap mata pancing.
kailku menari indah, meliuk-liuk.
“tak baik mengumbar rindu!”
ia tahu hatiku. ah, mungkin hanya bergurau
seperti kisah lalu di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=33&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;">Rinduku, Rindu Lautmu</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“selamat malam, tak baik duduk sendiri!”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">seseorang menyapa. tapi mataku menatap pancing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">ada sentuhan di ujung kail. halus namun menggelora.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“kesendirian terkadang membawa bahagia”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">ia tak menjawab. angin bersiul keras tapi sekejap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">ada hentakan-hentakan kecil di papan dermaga</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">tapi mataku masih menatap mata pancing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">kailku menari indah, meliuk-liuk.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“tak baik mengumbar rindu!”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">ia tahu hatiku. ah, mungkin hanya bergurau</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">seperti kisah lalu di beranda rumah panggung</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">saat seorang gadis tersipu malu,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“adik, wajahmu seperti delima!”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">ada suara angin tapi tak bersiul keras</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">mendayu, bergelombang, lincah dan riang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">kakiku tiba-tiba sejuk, aku menoleh,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">seekor ikan menempeli punggung kaki.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“bukankah itu ikan yang memakan umpan?”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">tapi matanya menatapku. basah seperti air mata.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;">“aku rindu, rindu rumah di sela-sela karang!”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">tiba-tiba ia melompat ke laut</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">aku tersenyum, <em>“rinduku, rindu lautmu!”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pulau Berhala, Mei 2006, Firdaus</span></span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ironibatanghari.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ironibatanghari.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=33&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/13/rinduku-rindu-lautmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/13/merenungi-berhala/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/13/merenungi-berhala/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 11:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Merenungi Berhala
 
duduk dekat makammu, datuk
aku dengar suara dedaunan
merintih namun ikhlas, perih namun tabah.
pada tanah makammu, aku berbisik,
“datuk. lihatlah ada keramaian
tapi bukan adzan bukan pula senandung ayat suci
hanya sekumpulan suara tak bermakna!”
setetes air menyentuh punggung tangan
berkilau diterpa cahaya matahari yang menyelinap di dedaunan
“itukah kau datuk, menyapaku atau berkeluh.
ya datuk, di bebatuan ada bujang dan gadis
tak lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=32&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Merenungi Berhala</span></strong></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">duduk dekat makammu, datuk</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">aku dengar suara dedaunan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">merintih namun ikhlas, perih namun tabah.</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">pada tanah makammu, aku berbisik,</span></p>
<p style="margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">“datuk. lihatlah ada keramaian</span></em></p>
<p style="margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">tapi bukan adzan bukan pula senandung ayat suci</span></em></p>
<p style="margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">hanya sekumpulan suara tak bermakna!”</span></em></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">setetes air menyentuh punggung tangan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">berkilau diterpa cahaya matahari yang menyelinap di dedaunan</span></p>
<p style="margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">“itukah kau datuk, menyapaku atau berkeluh.</span></em></p>
<p style="margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">ya datuk, di bebatuan ada bujang dan gadis</span></em></p>
<p style="margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">tak lagi malu-malu, melukis keringat</span></em></p>
<p style="margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">pada bebatuan kemudian tersenyum”</span></em></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">sehelai daun gugur menyentuh kaki</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">sekejap menghitam lalu terbang bersama angin.</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">“kakiku datuk, ya kakiku telah dibersihkan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">tapi daunmu masih saja menyapunya.</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">ya, datuk, kakiku seperti kaki mereka</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">punggung kaki amat bersih, tapak kaki berkilau</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">tapi debu tak hendak pergi”</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">ada air jatuh. setetes. dua tetes, lalu gerimis.</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">rimbun dedaunan jadi peneduh</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">namun gerimis berirama seumpama tangis,</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">aku pulang dengan sebongkah luka.</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">ada sentuhan di pundak, ranting kayu</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">dan angin berbisik,<em> “kabarkan gelisahku!”</em></span></p>
<p style="margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p style="margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Pulau Berhala, Feb-Mei 2006</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ironibatanghari.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ironibatanghari.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=32&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/13/merenungi-berhala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/12/simponi-air/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/12/simponi-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 14:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Simponi Air 
 
acap tersirat bisikbisik masa lalu
dalam kesahduan mimpi-mimpi,
“simaklah suara air mengalun seindah sepoi angin!”
dan seulas senyum kerap terlukis di bibir merah
 
lalu, ketika mimpi-mimpi dikalahkan rayuan matahari
sepoi angin pun berlalu diterpa hembusan knalpot
dan alun air berganti genangan di tapak sepatu.
namun bisik-bisik masa lalu masih menggoda gendang telinga,
“ia hanya bercanda pada sepatumu!”
 
ketika hari makin berlari, senja makin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=21&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Simponi Air </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">acap tersirat bisikbisik masa lalu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">dalam kesahduan mimpi-mimpi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"><em>“simaklah suara air mengalun seindah sepoi angin!”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">dan seulas senyum kerap terlukis di bibir merah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">lalu, ketika mimpi-mimpi dikalahkan rayuan matahari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">sepoi angin pun berlalu diterpa hembusan knalpot</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">dan alun air berganti genangan di tapak sepatu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">namun bisik-bisik masa lalu masih menggoda gendang telinga,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"><em>“ia hanya bercanda pada sepatumu!”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">ketika hari makin berlari, senja makin akrab menyapa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">wajah-wajah lelah rindu pada genit bintang dan seronok rembulan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">sepoi angin berbisik, <em>“tak ada suara alunan air</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">telah dihanyutkannya mimipi-mimpi malam!”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Jambi, Juni 2008.</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ironibatanghari.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ironibatanghari.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=21&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/12/simponi-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/12/kerinduan-air/</link>
		<comments>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/12/kerinduan-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 14:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ironisungai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ironibatanghari.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Kerinduan Air
 
lamat gerimis berganti hujan
aku terpana di ujung jalan, sore itu
: kau berdiri di seberang melambaikan tangan
selamat tinggalkah? atau memang kau ingin bermain dengan air
 
dedaunan kering telah basah
sehelai berhenti di ujung jari kaki
 
Jambi, Juni 2008
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=20&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Kerinduan Air</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">lamat gerimis berganti hujan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">aku terpana di ujung jalan, sore itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">: kau berdiri di seberang melambaikan tangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">selamat tinggalkah? atau memang kau ingin bermain dengan air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">dedaunan kering telah basah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">sehelai berhenti di ujung jari kaki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Jambi, Juni 2008</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ironibatanghari.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ironibatanghari.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ironibatanghari.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ironibatanghari.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ironibatanghari.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ironibatanghari.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ironibatanghari.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ironibatanghari.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ironibatanghari.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ironibatanghari.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ironibatanghari.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ironibatanghari.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ironibatanghari.wordpress.com&blog=3952086&post=20&subd=ironibatanghari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ironibatanghari.wordpress.com/2008/06/12/kerinduan-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5263fc20dead190b7e21350f1050a78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ironisungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>